Blog Khairul Anwar
Senin, 04 Maret 2013
Puisi Chairil Anwar
chairil anwar aku , tentang cinta, karawang bekasi dan masih banyak lagi karya yang lain ayng tidak kalah bagus. Memang beliau sangat terkenal dengan karya - karyanya, siapa yang gak kenal sama sosok atau gak pernah dengar nama dia.
Chairil anwar selain membuat tentang puisicinta , banyak juga yang lain seperti sahabat, perjuangan. Nah sebelum kita membahas tentang karya dari beliau alangkah baiknya kita sedikit bahas siapa dan dari mana asal - usul sang pujangga yang sudah terkenal lewat syairnya ini.
Nama julukan atau penggilan dari Chairil anwar adalah Binatang Jalang, dia dapat julukan itu dari karyanya yang berjudul AKU. Lahir di kota medan tanggal 26 juli 1922 kepulauan sumatra utara, dan meninggal di kota Jakarta pada tanggal 28 april 1949. Kalo gak salah katanya di sudah membuat karya sebanyak 94 dan termasuk 70 puisi. Dia di nobatkan sebagai pelopor 45 dan puisi modern indonesia oleh H.B. Jasin bersama kedua temanya yaitu Asrul Sani dan Rivai Aprin.
Chairil anwar selain membuat tentang puisicinta , banyak juga yang lain seperti sahabat, perjuangan. Nah sebelum kita membahas tentang karya dari beliau alangkah baiknya kita sedikit bahas siapa dan dari mana asal - usul sang pujangga yang sudah terkenal lewat syairnya ini.
Nama julukan atau penggilan dari Chairil anwar adalah Binatang Jalang, dia dapat julukan itu dari karyanya yang berjudul AKU. Lahir di kota medan tanggal 26 juli 1922 kepulauan sumatra utara, dan meninggal di kota Jakarta pada tanggal 28 april 1949. Kalo gak salah katanya di sudah membuat karya sebanyak 94 dan termasuk 70 puisi. Dia di nobatkan sebagai pelopor 45 dan puisi modern indonesia oleh H.B. Jasin bersama kedua temanya yaitu Asrul Sani dan Rivai Aprin.
puisi chairil anwar
Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Oleh : Chairil Anwar)
Nah di atas sebagian Puisi Chairil anwar, nanti kapan - kapan lagi saya akan sambung artikelnya. Ada artikel yang mungkin sobat perlu seperti artikel kata bijak dan ada juga ni yang gak kalah kata mutiara. Semoga artikel tentang chiril anwar walopun singkat namun bisa membantu sobat para pecinta karya - karya dari beliau.Karawang Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Karawang-BekasiTidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagiTapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kamiTerbayang kami maju dan berdegap hati ?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debuKenang, kenanglah kamiKami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum apa-apaKami sudah beri kami punya jiwaKerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwaKami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakanAtaukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapanAtau tidak untuk apa-apaKami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkataKaulah sekarang yang berkataKami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKenang-kenanglah kamiMenjaga Bung KarnoMenjaga Bung HattaMenjaga Bung SyahrirKami sekarang mayatBerilah kami artiBerjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impianKenang-kenanglah kamiYang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
( Oleh : Chairil Anwar )
Langganan:
Postingan (Atom)
